Saturday, January 28, 2012

Komunikasi Itu Penting, Mengapa ?

 http://sulfikar.com/wp-content/uploads/2010/04/komunikasi-satu-arah.jpg
Pada dunia perkantoran, bawahan pasti akan menerima perintah dari sang atasannya. Tapi pernah ada yang ngalamin kejadian seperti ini gaaakkk?????

Managing Director kepada Chief Operational
"Besok akan ada gerhana matahari total pada jam sembilan pagi. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari. Untuk menyambut dan melihat peristiwa langka ini, seluruh karyawan diminta untuk berkumpul di lapangan dengan berpakaian rapi. Saya akan menjelaskan fenomena alam ini kepada mereka. Bila hari hujan, dan kita tidak bisa melihatnya dengan jelas, kita berkumpul di kantin saja."
Chief Operational kepada Manager
"Sesuai dengan perintah Managing Director, besok pada jam sembilan pagi akan ada gerhana matahari. Bila hari hujan total, kita tidak bisa berkumpul di lapangan dengan berpakaian rapi.Dengan demikian, peristiwa hilangnya matahari ini akan dijelaskan oleh Managing Director di kantin. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari".
Manager kepada Ass. Manager
"Sesuai dengan perintah Managing Director, besok kita akan mengikuti peristiwa hilangnya matahari di kantin pada jam sembilan pagi dengan berpakaian rapi. Managing Director akan menjelaskan apakah besok akan hujan atau tidak. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari."
Asmen kepada Staf Senior
"Jika besok turun hujan di kantin, kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari, Managing Director, dengan berpakaian rapi, akan menghilang jam sembilan pagi."
Senior kepada Junior
"Besok pagi, pada jam sembilan, Managing Director akan menghilang. Sayang sekali, kita tidak bisa melihatnya setiap hari."

Beginilah kalo orang udah salah berkomunikasi. Dari awal salah kebawah-bawahnya tambah parah. Apalagi kalo anda berada di posisi paling bawah. Ujung – ujungnya yang kena pasti yang dibawah itu. (emang gak enak yee jadi bawahan)

Nah, gue disini akan kasih tau bagaimana kita menyiasati kasus seperti diatas.

Hal yang paling penting dalam berkomunikasi adalah mendengarkan. Mendengarkan itu adalah keterampilan yang sangat penting, tapi umumnya kita memiliki keterampilan yang buruk.

Berikut ini adalah Seni Mendengarkan dalam berkomunikasi:
•    Berkonsentrasi dengan apa yang dibicarakan
•    Berikan sepenuh hati pada orang lain
•    Mendengarkan dengan serius
•    Tunjukan minat pada perkataan orang
•    Bukalah pikiran anda
•    Dengarkan setiap gagasan
•    Hargai isinya, bukan cara penyampaiannya.
•    Turunkan ego anda
•    Belajarlah mendengarkan apa yang tersirat.

Yapp, seni diatas itu bisa kita terapkan pada kehidupan kita. Tapi harusnya sih buat yang jabatannya tinggi nih -_- atau enggak di tengah – tengah. Kan repot buat yang di bawah, kena batunya doang.

Jadi yang merasa tinggi jabatan. Seni diatas sebaiknya kita terapkan pada diri sendiri dan karyawan – karyawannya. Supaya perusahaan kita tidak ada kesalah pahaman dan hancur karena kesalahan berkomunikasi.

Enggak sengaja gue nemu quwot nih:
•    Mendengarkan hampir sulit bisa dilakukan oleh kebanyakan orang, padahal dengan mendengarlah ilmu bisa diserap, sebuah masalah bisa dipecahkan dan sebuah gagasan bisa diwujudkan

•    Oleh karena manusia diciptakan dengan satu mulut dan dua pendengaran yang seharusnya proporsi
mendengarkan harus lebih banyak daripada berbicara.

•    Rata-rata para pemimpin dunia memiliki kemampuan mendengarkan yang baik, selain kemampuan berbicara.

•    Kebanyakan pemimpin yang baik menghabiskan jauh lebih banyak waktu meminta nasehat dan meminta pendapat bawahannya daripada banyak berbicara.

No comments:

Post a Comment